Dimulai
dengan latar kehidupan sehari-hari yang dialami oleh seorang laki-laki muda
yang mencari jati dirinya. Buku Manusia
Setengah Salmon ini merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan komedi karya
Raditya Dika yang menceritakan tentang dirinya yang pindah rumah, pindah
hubungan keluarga, hingga pindah hati.
Buku
yang terdiri dari 19 bab ini memiliki cerita yang berbeda-beda pada setiap
babnya. Cerita demi cerita hingga banyolan khas penulis yang akrab kita kenal
dengan nama Radit ini, tidak henti-hentinya membuat pembaca tersenyum lebar dan
tertawa saat membaca kisahnya. Buku ini menceritakan tentang kejadian-kejadian
yang lucu hingga mengharukan serta membekas di benak Radit.
Berawal
dari banyaknya perubahan yang terjadi dalam hidup Radit sewaktu menulis buku
ini. Sama seperti buku sebelumnya, dalam buku ini ada beberapa tulisan yang
benar-benar baru, dan ada pula tulisan dari blog yang dikembangkan agar bisa
masuk ke buku ini. Ada juga tulisan yang pernah dimuat dalam sebuah antologi.
Berbeda dengan buku sebelumnya, di buku ini juga terdapat beberapa bab-bab
pendek yang berisi olahan dari status twitternya yaitu @radityadika.
Di
dalam buku yang memiliki ketebalan 264 halaman ini juga menceritakan proses
penyelesaian bukunya yang dianggap lumayan bergaya. Ia menyatakan bahwa ada
satu bab yang ia tulis di tengah-tengah menonton bioskop di Singapura, ada juga
yang ditulis ketika berada dalam bus di Bangkok, dan lain sebagainya.
Bab
yang paling menarik adalah ketika ia memberi saran kepada temannya tentang cara
mendapatkan pasangan di kala itu. Trisna yang merupakan teman baik dari Radit
sudah melajang selama 25 tahun lamanya. Ia yang curhat dan meminta saran pada
Radit akhirnya dibantu dengan cara dibuatkan twitter. Radit menjamin Trisna
dapat menemukan pasangan hidupnya lewat twitter karena media sosial tersebut
sedang banyak digunakan di kalangan anak muda pada kala itu.
Trisna
yang percaya akan hasutan Radit akhirnya membuat akun twitter dan memulai
pencariannya disana. Beberapa waktu berlalu ternyata Trisna tidak kunjung
menemukan calon yang tepat. Ia mulai putus harapan karena orang yang ia temui
lewat twitter pada nyatanya tidaklah terlihat seperti yang dicantumkan di media
sosial tersebut. Ia yang kembali putus asa kemudian kembali menghubungi Radit
untuk bercerita dan meminta solusi. Setelah puas bertukar pikiran, akhirnya
Trisna pun sadar bahwa terkadang ketika kita menginginkan sesuatu, jika kita
berusaha, maka mungkin kita dapat mendapatkan sesuatu yang kita butuhkan.
Buku
ini memiliki beberapa kelebihan yang patut diacungi jempol. Buku ini memiliki
cerita yang tidak membosankan, buku ini juga menggunakan bahasa yang ringan
sehingga mudah dipahami dan dicerna, selain itu buku ini juga mencantumkan beberapa gambar dan bab-bab
pendek yang membuat isi buku menjadi lebih menarik. Selain itu, karena berlatar
kehidupan sehari hari, buku ini juga dapat menjadi acuan kita dalam menjalani
hidup agar dapat menjadi pribadi yang lebih positif. Dari humor yang diberikan
oleh Radit, terdapat beberapa pembelajaran tentang hidup yang dapat kita petik.
Kekurangan
dari buku ini sendiri tidak banyak karena buku ini sudah cukup bagus bagi saya
pribadi. Hanya saja bahasa dan pembahasan yang diberikan terkadang bersifat
agak frontal yang menyebabkan agak kurang nyaman saat membaca bab tersebut.
Jadi kesimpulan menurut saya, buku yang diterbitkan oleh redaksi gagasmedia ini
sudah cukup baik dan layak untuk dibaca oleh anak remaja di semua kalangan.

Comments
Post a Comment