Padatnya
jadwal perkuliahan dipadu dengan tugas-tugas yang menggunung membuatku sangat
letih di kala itu. Rasa penat yang bergejolak akhirnya mendorongku untuk pergi
mencari tempat untuk bersantai. Aku pun mulai mengajak beberapa teman untuk
ikut memilih tempat. Setelah membaca beberapa ulasan, akhirnya pilihan kami
jatuh pada salah satu restoran yang sedang ramai dibicarakan yaitu Cloud.
Cloud
berada di gedung The Plaza yang
berdekatan dengan pusat berbelanjaan Plaza
Indonesia. Akses menuju Cloud pun
cukup mudah dikarenakan lokasinya yang cukup strategis pada alun-alun kota
Jakarta. Kami datang pada sore hari agar dapat memilih tempat karena restoran
tersebut cukup dipadati pengunjung di malam hari. Dalam waktu 30 menit, kami
pun sampai di lokasi tujuan. Sesampainya di lobby
gedung, kami pun dipersilahkan untuk naik ke restoran melalui lift khusus.
Setelah sampai di lantai 46, kami harus berpindah lift untuk sampai ke Cloud yang berada di lantai 49.
Cloud terbagi
atas 2 bagian yaitu bagian lounge (outdoor) dan dining (indoor). Bagian
lounge cenderung lebih ramai karena suasananya lebih santai sedangkan bagian dining terkesan lebih formal. Kami pun
memilih tempat di lounge karena
tujuan kami datang ke Cloud memang
untuk bersantai.
Setibanya
di lounge, kami pun ternganga
disuguhi pemandangan kota Jakarta yang luar biasa mengagumkan. Kami juga
mendapatkan spot yang bagus sehingga
dapat menikmati matahari yang terbenam dengan indahnya. Pemandangan yang
menawan tersebut membuat tak satupun dari kami beranjak dari tempat duduk
masing-masing. Setelah cukup lama menikmati panorama yang memesona, kami pun
tidak lupa untuk mengabadikan momen berharga tersebut.
Pelayan
pun menghampiri meja kami dengan ramah dan penuh senyum untuk menawarkan menu
yang ada di restoran tersebut. Kami memesan beberapa minuman dan camilan
sebagai pendamping pada senja yang hangat kala itu. Minuman dan camilan mulai
diantarkan satu-persatu oleh pelayan-pelayan yang supel dan cekatan. Pelayanan
pada Cloud dapat terbilang baik
karena pelayannya yang selalu siap dan ada ketika kita memerlukan apapun.
Pelayan yang melayani kami juga humoris dan sabar dalam menanggapi pertanyaan
serta permintaan-permintaan yang diberikan.
Minuman
yang tiba di atas meja mulai kami cicipi. Kesegaran pun langsung mengaliri
rongga kerongkongan yang sebelumnya terasa kering. Rasa unik dan nikmat yang
diberikan oleh minuman tersebut membuat mulutku betah berlama-lama
menyeruputnya. Camilan yang kami pesan juga tidak kalah menarik dan menggugah
selera. Potongan pizza dengan saus
dan lelehan keju mozzarella yang menggoda, memancing air liur siapa saja
untuk menetes.
Langit
pun semakin gelap, pemandangan yang hangat di sore hari perlahan berubah
menjadi lebih tenang di malam hari. Gemerlap lampu yang bertebaran di penjuru kota
Jakarta mempercantik panorama yang ada. Kenyamanan serta aura positif yang
diberikan oleh Cloud membuat kami
sangat puas. Atmosfir malam itu sangatlah menyenangkan hingga aku pun dapat
melupakan masalah-masalah dan tugas di perkuliahan selama sejenak.
Alunan
musik yang merdu, dipadukan dengan pemandangan yang sangat memesona serta
ditemani oleh sahabat-sahabat yang dekat membuat malam itu jadi malam yang
lengkap. Bercengkrama dan bersenda gurau dibawah taburan bintang dan gemerlap
cahaya perkotaan membuat hari itu menjadi malam spesial yang manis dan tak
terlupakan.
Mengingat
kenangan manis tersebut, aku jadi teringat salah satu kutipan favoritku “A
friend is one that knows you as you are, understands where you have been,
accepts what you have become, and still, gently allows you to grow” – William
Shakespeare.
Comments
Post a Comment