Hamparan
pasir putih yang mengilat terkena cahaya mentari. Debur ombak yang bergemuruh
menyapu pesisir pantai. Angin laut yang bertiup sepoi-sepoi ditengah teriknya sinar
matahari. Warna biru laut yang khas serta pemandangan nan eksotis siap
memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pari.
Pulau
Pari adalah salah satu bagian dari ratusan pulau yang tersebar di Kepulauan
Seribu. Pulau yang memiliki bentuk yang khas ini merupakan salah satu objek
wisata yang sangat memikat dan mempesona. Pulau ini diberi nama Pulau Pari karena sebelum
pulau ini dihuni oleh masyarakat, pulau ini banyak dikelilingi oleh ikan pari.
Pulau
Pari terdiri dari beberapa pantai yang menjadi objek wisata yang terkenal di
kalangan wisatawan. Pantai-pantai tersebut yaitu Pantai Pasir Perawan, Pantai
Pasir Bintang dan Pantai Pasir Kresek. Pada awalnya, banyak masyarakat Pulau
Pari yang menjadi nelayan. Tetapi seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk
yang menjadi nelayan semakin sedikit.
Pantai
yang paling terkenal dan paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan adalah
Pantai Pasir Perawan. Jaraknya yang dekat dengan penginapan membuat para wisatawan
tertarik untuk datang berkunjung. Pantai ini juga menawarkan pemandangan nan indah
menawan yang dapat membuat para wisatawan betah untuk berlama-lama di sana.
Di
Pantai Pasir Perawan, para wisatawan juga dapat menanam pohon bakau yang berguna
untuk mencegah abrasi pantai. Proses penanaman pohon bakau ini cukup mudah,
cukup dengan memilih lubang yang telah tersedia lalu tahap selanjutnya adalah
menancapkan pohon bakau tersebut di lubangnya. Untuk penanaman bakau, para wisatawan
hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 3.000,-.
Pantai
yang tak kalah terkenalnya adalah Pantai Pasir Kresek. Karena jaraknya yang
cukup jauh, biasanya para wisatawan menggunakan sepeda untuk menjangkau tempat
ini. Tepat ditengah-tengah hamparan pasir yang putih bersih, terdapat pohon besar yang berdiri
gagah yang dinamakan Pohon Kresek. Di sini juga terdapat penangkaran biota laut
seperti penyu dan bintang laut.
Penyu
dan bintang laut di Pantai Kresek juga dapat diajak untuk berfoto dengan para
wisatawan. Tetapi ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan seperti
mengangkat bintang laut terlalu lama di daratan karena dapat membuat bintang
laut tersebut mati. Dengan adanya penangkaran biota laut ini, wawasan dan
pengetahuan para wisatawan dapat bertambah.
Pantai-pantai
di Pulau Pari masih sangat bersih dan terawat. Sepanjang perjalanan menuju ke
pantai-pantai tersebut kita dapat menjumpai berbagai tempat makan, penginapan
dan juga rumah-rumah warga. Hamparan rumput nan hijau dan luas juga dapat kita
jumpai di sepanjang perjalanan menuju pantai-pantai tersebut.
“Pulau
Pari masih alami, belum tercemar dan masih terawat. Jangan sampai wisatawan
yang berkunjung kemari ada yang mencemari pulau kami yang masih bersih ini.”
Tutur Tiswan yang merupakan salah satu penduduk yang menetap di Pulau Pari.
Kondisi Pulau Pari yang masih sangat bersih dan tenang ini lah yang menjadi
salah satu daya tarik bagi para wisatawan.
Pesona
Pulau Pari mulai menarik minat para wisatawan dari berbagai daerah. “Pulau Pari
pernah mencapai 3.000 wisatawan pada akhir pekan dan hari libur nasional. Rata-rata
wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pari merupakan wisatawan lokal, adapun
wisatawan asing tetapi jarang dijumpai.” Ujar Bapak Nurhayat selaku ketua RW di
kelurahan Pulau Pari.
Pulau Pari masih belum mendapatkan perhatian penuh dari
pemerintah, yang menyebabkan fasilitas yang tersedia belum maksimal. Sarana dan
prasarana yang tersedia masih bersumber dari swadaya masyarakat. Campur tangan
pemerintah sangat diharapkan untuk meningkatkan kualitas sektor pariwisata Pulau
Pari.
Menurut Aswita selaku dosen management di Universitas Bunda Mulia, Pulau Pari sebaiknya lebih
memperhatikan pemasarannya. Pemasaran sangat penting dilakukan untuk meningkatkan
jumlah pengunjung, juga dapat menarik perhatian pemerintah yang kelak dapat
memberikan dukungan seperti mendirikan resort
yang bagus dan lain sebagainya.
Supina selaku kepala program studi Akademi Pariwisata
Universitas Bunda Mulia, menegaskan bahwa warga Indonesia sendiri masih kurang
tertarik kepada sektor pariwisata di Kepulauan Seribu. Ini semua adalah dampak
dari kurangnya pemasaran yang dilakukan oleh masyarakat dan para wisatawan yang
pernah berkunjung ke objek wisata tersebut.
Pulau Pari masih terbilang cukup baru karena baru
berkembang pada tahun 2010. Oleh karena itu Pulau Pari perlu untuk fokus dan
lebih memperhatikan pemasarannya. Pemasaran dapat dilakukan melalui media
sosial dengan mengunggah foto-foto pemandangan eksotis Pulau Pari atau dengan
menawarkan paket-paket liburan yang terjangkau.
Para
masyarakat juga berpendapat bahwa semenjak Pulau Pari diresmikan menjadi tempat
wisata, kehidupan mereka menjadi lebih terbantu. Masyarakat setempat mulai menggantungkan
kehidupan mereka pada sektor pariwisata Pulau Pari. Banyak diantara mereka yang
membuka usaha penginapan karena jumlah homestay
yang terdapat di Pulau Pari masih terbatas.
Jumlah
penginapan yang terbatas tersebut tidak menjadi penghalang bagi Pulau Pari
untuk berkembang. Pada tahun 2016 diperkirakan akan didirikan resort bertaraf menengah keatas oleh
perusahaan swasta yang didukung oleh pemerintah. Para petinggi di Pulau Pari
senang sekaligus khawatir terhadap hal tersebut, tetapi mereka mengambil sisi
positifnya yaitu demi kenyamanan serta kemajuan dari Pulau Pari.
Para
masyarakat setempat berharap bahwa Pulau Pari akan memuaskan wisatawan yang
berkunjung serta berkembang menjadi sektor pariwisata yang lebih baik, lebih
ramai, tetapi tidak rusak dan tercemar serta terjaga keasriannya. Semoga impian
masyarakat dapat tercapai dan Pulau Pari bisa menjadi ikon wisata di Kepulauan
Seribu.

Comments
Post a Comment